I Love Bulutangkis Indonesia
update info seputar bulutangkis (only Indonesia)
Senin, 04 Februari 2013
Djarum Superliga 2013, everyone is invited
Hallow Februari, jadilah engkau bulan yang menyemaikan cinta dimanapun dan kapanpun...
do you know guy's tentang turnamen nasional yang ber-high level ? yup, it is DJARUM SUPER LEAGUE 2013...
Dihadiri beberapa top pemain asing dan partisipasi lima klub terbaik luarnegeri asal Japan, Korea, dan Malaysiagengsi turnamen dalam negeri ini menjadi kian istimewa.
menarik adalah, karena turnamen ini digelar dikota pahlawan, semoga menjadi keberuntungan bagi pahlawan olaraga tanah air. dan ini sedikit suasana pegelaran Djarum Superliga 2013.
tampak dari depan stadion DBL ARENA....
ballroom DBL arena, biasanya berkesan basket kini disulap menjadi kental bulutangkis...
pengurus baru, dengan turnamen perdananya yang berkelas high level national...
dan berikut adalah result hari pertama turnamen antar klub high level,
A (MEN'S TEAM) PB. TANGKAS SPECS vs UNISYS BADMINTON CLUB 3-2
B (MEN'S TEAM) MALAYSIAN TIGERS vs PB. MUSICA CHAMPION 3-2
A (MEN'S TEAM) PB. JAYA RAYA SURYANAGA PB. DJARUM 4-1
B (MEN'S TEAM) PB. SGS PLN vs TONAMI BADMINTON CLUB 3-2
X (WOMEN'S TEAM) MALAYSIAN TIGERS vs UNISYS BADMINTON CLUB (JPN) 2-3
Y (WOMEN'S TEAM) KGC BADMINTON CLUB (KOR) vs RENESAS BADMINTON CLUB (JPN) 2-3
Senin, 28 Januari 2013
Happy New Year, and give me apologize guys....
Hallo para readers setiaku, eyuk tium one by one huwahahaha....
setelah sekian lama gak buat postingan baru because all the HALANGAN :D
sekarang aji mumpung gak ada kerjaan dan halangan, tangan kembali gatel pengen buat postingan hihihi...
but sebelum itu, izinin ekikah buat ucapin happy new year dulu to you all walaupun agak, eh sorry emang telat sih....
mumpung sekarang turnamen bulutangkis internasional lagi absen, aku pengen share dua turnamen diawal tahun yang udah kelar digelar yaitu KOREA OPEN PREMIERE SUPER SERIES & MALAYSIA OPEN SUPER SERIES.
Bagi Korean, ini adalah kali terakhir turnamen ini berlevel premiere karena mulai next year turnamen ini turun kasta jadi super series saja dan digantikan Malaysia yang naik kasta jadi premiere super series
tapi berita utamanya adalah dari KOREA SSP, pemenangnya adalah WANG XIAOLI/YU YANG, KOO SUNG HYUN/LEE YOUNG DAE, JI HYUN SUNG, ZHANG NAN/ZHAO YUNLEI, LEE CHONG WEI. Tanpa Indonesia huhuhu
Tapi, kabar bahagianya alhamdulillah di MALAYSIA SUPER SERIES 2013 lalu, melalu Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, nama Indonesia terselamatkan dengan gelar juara ganda putera yang berhasil diraih. bahagianya, sedangkan dari nomor lain tunggal putera Lee Chong Wei pemain tuan rumah gagalkan ambisa Indonesia untuk rengkuh dua gelar melalui Sonny Dwi Kuncoro.
sedangkan dinomor tunggal putri diraih pemain Chinese Taipei, TAI TZU YING. GANDA PUTERI milik CHINA, BAO YIXIN/TIAN QING. ganda campuran, JOACHIM FISCHER/CHRISTINNA PEDERSEN (DENMARK) gagalkan andalan tuan rumah.
Senin, 18 Juni 2012
DJARUM INDONESIA OPEN PREMIER SUPER SERIES 2012, PENUH DENGAN KEJUTAN!
Hari pertama pegelaran turnamen bulutangkis paling bergengsi di Indonesia, babak kualifikasi menyuguhkan perandingan yang cukup menarik terlihat dari melajunya Sonny Dwi Kuncoro sang juara Thailand GPG2012, ditemani beberapa pemain muda lapis pelatnas dan pemain klub yang ikut berpartisipasi serta duo A, Ana dan Aprilia yang mampu menembus ke babak utama turnamen berhadiah $650.000,-
Pada acara dinner tak kalah seru, ketika para atlet harus berpakaian ala wayang. Serta hall istora yang disulap menjadi arena badminton heroes.
Keesokan harinya, beberapa pemain indonesia mampu memberikan kejutan menarik dengan menumbangkan beberapa pemain unggulan diantaranya, Peter Gade-Sho Sasaki-Hung Ling Chen Wen Hsing Cheng-Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl, sayangnya kejutan yang tak mengenakkan justru tertimpa sektor tunggal puteri Indonesia Adrianti Fidasari yang mengalami cedera mati kaki kanan hingga pada babak round 2, hanya tersisa Aprilia.
Babak perdelapan final, tunggal puteri Aprilia kandas dengan perlawanan terbaiknya diikuti beberapa pemain muda lapis. Tak hanya itu pemain kualifikasi Sonny Dwi Kuncoro pun sukses menelan seniornya, Taufik Hidayat. Dan unggulan Chen Long-Mizuki-Reika-Jiang-Hyun lll-Ko Sung Hyung-Yoo Yeon Seong juga kandas salah satunya dikandaskan oleh Rendra/Rian asal Indonesia.
Babak perempat final, kandasnya zhang/zhao-jung/kim-joachim/pedersen-wangxin-miyuki/satoko-wangshixian-tine baun-chai/guo-julianneschenk menambah daftar kejutan setelah kido/pia berhasil memaksa rubber game atas pasangan mix terbaik indonesia.
Sayang dibabak semifinal, ganda putera/puteri indonesia kandas atas unggulandua, dan menyisakan ganda campuran serta tunggal putera dibabak final.
Babak final baru saja berlalu dan Indonesia hanya berhasil meraih gelar juara sektor tunggal putera dan gagal (lagi) di sektor ganda campuran, namun lebih baik gagal di turnamen series ini daripada di ajang olimpiade.
Minggu, 10 Juni 2012
PBSI berkilah, INDONESIA geram !!!
Selasa, 5 Juni 2012 lalu Metro TV dengan acaranya, Today’s Dialouge menyajikan suguhan perdebatan menarik bagi masyarakat, karena malam itu 120 menit hadir para mantan atlet bulutangkis Indonesia beserta para pengurus besar PBSI, yang diundang untuk meluruskan asumsi masyarakat mengenai kondisi bulutangkis Indonesia. Dengan tema “mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia” turut hadir pula malam itu para Dewan Perwakilan Rakyat komisi X dan mantan ketua umum PB PBSI era kepengurusan 2004-2008.
Sesi pertama acara dialog itu, diawali oleh pernyataan kritik legend bulutangkis Indonesia, Rudi Hartono dengan penggambaran perbandingan era ketika ia menjabat sebagai BinPres dan turut menangani tim Thomas Indonesia 2006 yang harus puas menjadi runner’up ia pun memilih mundur sebelum dikecami putusan mundur. Filosofi yang diberi oleh legend itu lantas dijawab oleh Ketua umum pbsi yang jabatannya akan berakhir November ini dengan inti pernyataan, bahwa semua kesalahan yang ada ditubuh PBSI adalah karena saya, namun walau bagaimanapun saya tak akan mundur saya memilih bertahan, ujarnya keras kepala.
Diberi kesempatan mr. Backhand Indonesia turut bersuara, ia mengatakan ketidak kompakannya tim dan penyebab kalahnya tim Thomas, diikuti protes akan pemain junior lapis yang belum menampakkan tajinya, lalu siapa penerus dan pengganti saya ? ujarnya, tak cukup itu ia pun mengkritik sikap perekrutan pemain oleh pbsi yang dianggap ada yang tak fair “jangan karena ada ikatan keluarga main seenaknya masuk aja, bulutangkis bukan sekolah, bukan politik yang bisa dibeli dengan uang” tuturnya menyindir.
Sesi berikutnya ikut menyumbangkan suara, Lius Pongoh mantan Binpres yang mengundurkan diri ditahun 2011 karena tidak kondusifnya PBSI, dengan berani beliau membeberkan segala aib yang selama ini disembunyikan dan ditutupi dari masyarakat. Atas segala pernyataannya para atlet yang tengah berjuang di Thailand pun setuju dengan apa yang dilakukan oleh sosok Lius Pongoh, untuk membongkar aib pbsi. Begitupun kata-atanya yang menyatakan ketidak banggaannya jika pemain seleknas juara sirnas, toh seleknas memang hasil saring srnas loh buat apa lagi ? bukannya level bangga bulutangkis Indonesia itu IC/IS-GP-GPG-SS-SSP dan WBF-WBC-OlIMPIADE-TUScup ?
Pernyataan yang dituturkan Lius merupakan jawaban dari pernyataan Fuad “antek” Djoko Santoso yang merasa bangga pemain seleknasnya mampu juara di dua sirnas. Perdebatan dlanjut ketika Sutiyoso membeberkan pula betapa berat mengurus PB-PBSI selaku induk olahraga kebanggaan Indonesia jadi kalau kalah pasti dicaci namun ika menang dianggap sudah biasa karena masyarakat berfikir itu wajar karena dulu Indonesia memang raja bulutangkis. Bukan perkara mudah pula tutur sang mantan gubernur Jakarta itu mengurus atlet bulutangkis Indonesia, selain harus mengirim mereka ke berbagai turnamen luar negeri yang tentu memerlukan banyak dana dan membuat beliau turut merelakan beberapa isi dompetnya, karena minimnya kontribusi pemerintah dalam membiayai pengirimana atlet padahal itu tentu perlu untuk menambah poin menuju olimpiade, jika tak ikut tentu peluang ke olimpiade minim begitupun peluang mendapat medali emas dan mempertahankan tradisi sejak barcelona.
Sesi yang paling-paling membuat geram adalah ketika pertanyaan tentang pelatih asing yang tidak jelas itu, Li Mao banyak pihak yang tak setuju karena menurutnya kehdiran Limao merupakan salah satu penyebab turunnya prestasi bulutangkis sektor tunggal Indonesia. Kenapa tidak memakai jasa lokal saja ? banyak pihak menyarankan, namun tanggapan tak bersahabat datang dari sang ketua umum, nada berkilah seribu jurus ia keluarkan untuk menutupi keburukan Limao lalu lantang menantang para mantan atlet jika ada yang bersedia melatih sektor tunggal dan menjamin, mari saat ini juga akan saya pulankan Li Mao. Wau menantang sekali dan dengan wajah menertawakan atas apa yang dikatakan ketua umum pb pbsi yang dari bidang militer dengan mental (terlalu) kuat sehingga menutup telinga dari segara himbauan masyarakat demi kemajuan bulutangkis indonesia dan justru hanya menjawab dengan kata evaluasi, percuma dong evaluasi tiga tahun berturut-turut tapi tanpa hasil ? salah satu (mungkin) yang ada difikaran pengunjung baik mantan atlet dan pengurus termasuk
pelatih Verawati Fajrin ddan rekannya Ivana Lie yang menjawab tawaran tersebut dengan kata sindiran tegas bahwa para mantan atlet bukan mengincar posisi pelatih namun ingin yang terbaik untuk Bulutangkis Indonesia.
Tak hanya itu pula, kilah sosok Djoko Santoso yang takmau dikatai kepengurusannya gagal ia justru membawa kebanggaan atas ranking Simon Santoso yang masuk 10 besar padahal (mungkin tanpa ia ketahui) pemain itu pernah ke lima besar diluar kepengurusan beliau. Begitupun kebangggan atas kemenangan pemain Indonesia di turnamen berlevel dibawah GPG-SS-PSS, tragis pemimpin PBSI buta peta kekuatan bulutangkis.
Mungkin ada beberapa sesi yang tidak aku ceritakan disini, seperti komentar dan tanggapan komisi X DPR dan himbauan membosankan dari kemenpore untuk berbenah tanpa memberi fasilitas secara konkret malah sibuk korupsi dan mikirin bola *ups lirik wisma atlet dan hmbalang yang alamat pake nyalain ADhiyaksa Dault sagala haha dasar gatau malu* yah cukup karena menurutku itu bukan pooin pentingnya, tujuan saya hanya ingin memberitakan saja terimakasih untuk yang sudah membaca apresiasi dewa deh... maaf jika tidak sempurna.
To be continue....
Sesi pertama acara dialog itu, diawali oleh pernyataan kritik legend bulutangkis Indonesia, Rudi Hartono dengan penggambaran perbandingan era ketika ia menjabat sebagai BinPres dan turut menangani tim Thomas Indonesia 2006 yang harus puas menjadi runner’up ia pun memilih mundur sebelum dikecami putusan mundur. Filosofi yang diberi oleh legend itu lantas dijawab oleh Ketua umum pbsi yang jabatannya akan berakhir November ini dengan inti pernyataan, bahwa semua kesalahan yang ada ditubuh PBSI adalah karena saya, namun walau bagaimanapun saya tak akan mundur saya memilih bertahan, ujarnya keras kepala.
Diberi kesempatan mr. Backhand Indonesia turut bersuara, ia mengatakan ketidak kompakannya tim dan penyebab kalahnya tim Thomas, diikuti protes akan pemain junior lapis yang belum menampakkan tajinya, lalu siapa penerus dan pengganti saya ? ujarnya, tak cukup itu ia pun mengkritik sikap perekrutan pemain oleh pbsi yang dianggap ada yang tak fair “jangan karena ada ikatan keluarga main seenaknya masuk aja, bulutangkis bukan sekolah, bukan politik yang bisa dibeli dengan uang” tuturnya menyindir.
Sesi berikutnya ikut menyumbangkan suara, Lius Pongoh mantan Binpres yang mengundurkan diri ditahun 2011 karena tidak kondusifnya PBSI, dengan berani beliau membeberkan segala aib yang selama ini disembunyikan dan ditutupi dari masyarakat. Atas segala pernyataannya para atlet yang tengah berjuang di Thailand pun setuju dengan apa yang dilakukan oleh sosok Lius Pongoh, untuk membongkar aib pbsi. Begitupun kata-atanya yang menyatakan ketidak banggaannya jika pemain seleknas juara sirnas, toh seleknas memang hasil saring srnas loh buat apa lagi ? bukannya level bangga bulutangkis Indonesia itu IC/IS-GP-GPG-SS-SSP dan WBF-WBC-OlIMPIADE-TUScup ?
Pernyataan yang dituturkan Lius merupakan jawaban dari pernyataan Fuad “antek” Djoko Santoso yang merasa bangga pemain seleknasnya mampu juara di dua sirnas. Perdebatan dlanjut ketika Sutiyoso membeberkan pula betapa berat mengurus PB-PBSI selaku induk olahraga kebanggaan Indonesia jadi kalau kalah pasti dicaci namun ika menang dianggap sudah biasa karena masyarakat berfikir itu wajar karena dulu Indonesia memang raja bulutangkis. Bukan perkara mudah pula tutur sang mantan gubernur Jakarta itu mengurus atlet bulutangkis Indonesia, selain harus mengirim mereka ke berbagai turnamen luar negeri yang tentu memerlukan banyak dana dan membuat beliau turut merelakan beberapa isi dompetnya, karena minimnya kontribusi pemerintah dalam membiayai pengirimana atlet padahal itu tentu perlu untuk menambah poin menuju olimpiade, jika tak ikut tentu peluang ke olimpiade minim begitupun peluang mendapat medali emas dan mempertahankan tradisi sejak barcelona.
Sesi yang paling-paling membuat geram adalah ketika pertanyaan tentang pelatih asing yang tidak jelas itu, Li Mao banyak pihak yang tak setuju karena menurutnya kehdiran Limao merupakan salah satu penyebab turunnya prestasi bulutangkis sektor tunggal Indonesia. Kenapa tidak memakai jasa lokal saja ? banyak pihak menyarankan, namun tanggapan tak bersahabat datang dari sang ketua umum, nada berkilah seribu jurus ia keluarkan untuk menutupi keburukan Limao lalu lantang menantang para mantan atlet jika ada yang bersedia melatih sektor tunggal dan menjamin, mari saat ini juga akan saya pulankan Li Mao. Wau menantang sekali dan dengan wajah menertawakan atas apa yang dikatakan ketua umum pb pbsi yang dari bidang militer dengan mental (terlalu) kuat sehingga menutup telinga dari segara himbauan masyarakat demi kemajuan bulutangkis indonesia dan justru hanya menjawab dengan kata evaluasi, percuma dong evaluasi tiga tahun berturut-turut tapi tanpa hasil ? salah satu (mungkin) yang ada difikaran pengunjung baik mantan atlet dan pengurus termasuk
pelatih Verawati Fajrin ddan rekannya Ivana Lie yang menjawab tawaran tersebut dengan kata sindiran tegas bahwa para mantan atlet bukan mengincar posisi pelatih namun ingin yang terbaik untuk Bulutangkis Indonesia.
Tak hanya itu pula, kilah sosok Djoko Santoso yang takmau dikatai kepengurusannya gagal ia justru membawa kebanggaan atas ranking Simon Santoso yang masuk 10 besar padahal (mungkin tanpa ia ketahui) pemain itu pernah ke lima besar diluar kepengurusan beliau. Begitupun kebangggan atas kemenangan pemain Indonesia di turnamen berlevel dibawah GPG-SS-PSS, tragis pemimpin PBSI buta peta kekuatan bulutangkis.
Mungkin ada beberapa sesi yang tidak aku ceritakan disini, seperti komentar dan tanggapan komisi X DPR dan himbauan membosankan dari kemenpore untuk berbenah tanpa memberi fasilitas secara konkret malah sibuk korupsi dan mikirin bola *ups lirik wisma atlet dan hmbalang yang alamat pake nyalain ADhiyaksa Dault sagala haha dasar gatau malu* yah cukup karena menurutku itu bukan pooin pentingnya, tujuan saya hanya ingin memberitakan saja terimakasih untuk yang sudah membaca apresiasi dewa deh... maaf jika tidak sempurna.
To be continue....
Jumat, 01 Juni 2012
Perintis Kejayaan Bulutangkis Indonesia “Turun Gunung” dengan petisinya demi kebangkitan Bulutangkis Indonesia
Senin, 28 Mei 2012 kemarin para perintis kejayaan bulutangkis Indonesia yang selama ini telah mengharumkan nama bangsa Indonesia ke kancah internasional mengadakan pertemuan akbar bertempat di Launge Hotel Century Jakarta. Pertemuan yang dihadiri oleh para pahlawan olahraga bulutangkis disetiap era itu bertujuan menanggapi hasil buruk yang diraih para pebulutangkis Indonesia dikejuaraan supremasi beregu tertinggi, Thomas-Uber yang berlangsung di Wuhan China.
Dari era Rudy Hartono, Liem Swie King, Christian Hadinata, Joko Suprianto, Imelda Wiguna, Susi Susanti, Richard Mainaky Sigit Budiarto dan para mantan atlet lainnya serta pemain senior yang masih sering turun dikejuaraan, Taufik Hidayat. Mereka berkumpul bukan untuk membahas strategi permainan, namun mereka terpaksa “turun gunung” karena terlalu lelah melihat berbagai celah kelemahan yang berimbas pada penurunan prestasi bulutangkis Indonesia dalam kubu induk PBSI yang harus segera dibenahi menjelang Olimpiade.
Berdasarkan sejarahnya, pada turnamen beregu Thomas, Indonesia baru di tahun ini berrekor buruk, kalah diperempat final dari negeri samurai sakura. Ini bukan sepenuhnya salah atlet, semua memiliki peran karena ini turnamen beregu. Mengaku kesal, akhirnya untuk mengantisipasi kegagalan lebih menyakitkan diOlimpiade, para perintis kejayaan Bulutangkis Indonesia mengajukan tujuh petisi pada PBSI, diantranya :
1.Menuntut PBSI, bertanggung jawab dan mengevaluasi secara serius, menyeluruh atas kegagalan tersebut, dan dengan konkret menyampaikan pada publik.
2.Memperbaiki tumpang tindih kewenangan di PB PBSI
3.Fokus mempersiapkan atlet untuk Olimpiade London, sebaik-baiknya
4.Meninjau ulang keberadaan pelatih asing di pelatnas
5.Menghimbau PBSI provinsi menyiapkan figur ketua umum yang kreatif
6.Mengimbau dewan pengawas lebih kritis pada kinerja pengurus PBSI pusat dan daerah
7.Mengimbau pemerintah untuk lebih memerhatikan olahraga bulutangkis demi mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia.
Kamis, 24 Mei 2012
The Story of Me : Aku dan Bulutangkis (part4)
Kembalinya aku kedunia bulutangkis. Sejak tahun 2008 olahraga yang aku mahiri selain lari, renang dan lompat tali, bulutangkislah yang kujadikan favorit. Melihat penampilan heroik srikandi tepok bulu Indonesia yang pantang menyerah benar-benar menginspirasi kecintanku pada Indonesia melalui dunia olahraga. namun beberapa saat kecintaan itu tiada bergelora karena sukarnya mencari berita tentang pahlawan dunia olahraga di Indonesia. Namun itu bukanlah alasanku selama dua tahun kepedulianku pada olahraga ini berkurang, mungkin bukan berkurang, tepatnya tidak tersorot dan memancar. Namun yang aku kagumi, setiap aku diajak bermain dengan temanku, aku selalu bisa biarpun sudah lama tak mengayunkannya. Dan setiap ayunan raket itu jujur saja ada rasa kerinuan pada atlet-atlet tepok bulu yang selama ini menginspirasiku.
Melalui bulutangkis aku dilatih penyaluran emosi strategi dan stamina. Aku dulu berbadan gemuk, namun setelah kenal olahraga ini badanku menyusut. keinginanku rasanya saat itu untuk bisa masuk klub pb-suryanaga surabaya, tempat berlatih sang bronze medal mem’s single athena olimpiade 2004. Melalui bulutangkis pula Aku yang awalnya bermental cemen setelah final itu, berubah menjadi pemberani dan dalam keadaan apapun kunciku adalah, pantang menyerah dengan keadaan.
Namun tak lama setelah masuk masa SMP pengetahuanku seputar bulutangkis berkurang sejak olimpiade Beijing 2008. Karena minimnya pemberitaan akupun buta. Sedikit beruntung bagiku, hingga tahun 2010 aku masih menonton beberapa turnamen yang disiarkan Trans7 dan Antv. Tapi belum lagi godaanku berselingkuh ngefans berat dengan Gita Gutawa dan kisah asmara yang baru kusadari sungguh tiada berguna, menyesal aku mengenal cinta pada pria tak jelas. Namun ku ambil hikmah bahwa ini adalah pelajaran untuk lebih pandai lagi.
Menginjak kelas tiga, ujian itu masih ada, fokus pada UNAS dengan target lulus dengan hasil sendiri yang baik membuatku menomor sekiankan lai olahraga ini, sampai akhirnya usai tugasku berstudy wisata ke Bali, aku iseng nonton TV bersama adikku, dan kulihat lagi iklan di TV turnamen Sudirman cup Indonesia vs Rusia, sayang aku gagal nonton karena apa aku lupa namun esoknya ketika melawan Malaysia 23Mei2011 aku benar-benar kembali. Saat itu sedang musimnya jejaring sosial facebook dan kumanfaatkan benar website tersebut dengan mengisi beranda seputar badminton dan mencari komunitas badminton. Setelah itu, perlahan tapi pasti pengetahuanku tentang bulutangkis kembali., dan semua hal negatif selain bulutangkis sudah kuhindari termasuk asmara story, aku tak ingin jatuh lagi dilubang hancurnya kecintaan terhadap bulutangkis. Usai turnamen itu aku menjadi saksi segala perjuangan merahputih di setiap turnamen, walau tak menonton tivi namun pemberitaannya cukup bagiku.
Diangkat menjadi admin sebuah fanspage badminton, adalah kebanggan tersendiri bagilku. Melalui ini aku ingin menjadikannya sebuah batu loncatan akses ke player room bulutangkis Indonesia. Dan saat ini usahaku benar-benar diuji, setelah coba-coba kisah asmara dimasa SMA akupun kapok dan tak minat lago, walau banyak yang mengejarku namun kurasa bulutangkis lebih penting termasuk dari orang pilihan ortuku yang sebenarnya aku tak minat.
Kini aku tengah berusaha mencari jalan mewujudkan asa menjadi pemai bulutangkis hebat untuk Indonesia, aku takingin kegagalan SMP terulang karena minimnya usahaku. Sayangnya saat itu godaan masa SMP-ku cukup banyak membuatku goyah namun ternyata serpihanu didunia buluangsa masih ada dan berdiri kokoh hingga detik ini. Yang pasti aku tak ingin kejadian buruk ini terulang, termasuk kejadian pembalasan satu tahun Jepang 2-3 diperempatfinal kejuaraan beregu.
Langganan:
Postingan (Atom)

























