Kamis, 24 Mei 2012

The Story of Me : Aku dan Bulutangkis (part4)

Kembalinya aku kedunia bulutangkis. Sejak tahun 2008 olahraga yang aku mahiri selain lari, renang dan lompat tali, bulutangkislah yang kujadikan favorit. Melihat penampilan heroik srikandi tepok bulu Indonesia yang pantang menyerah benar-benar menginspirasi kecintanku pada Indonesia melalui dunia olahraga. namun beberapa saat kecintaan itu tiada bergelora karena sukarnya mencari berita tentang pahlawan dunia olahraga di Indonesia. Namun itu bukanlah alasanku selama dua tahun kepedulianku pada olahraga ini berkurang, mungkin bukan berkurang, tepatnya tidak tersorot dan memancar. Namun yang aku kagumi, setiap aku diajak bermain dengan temanku, aku selalu bisa biarpun sudah lama tak mengayunkannya. Dan setiap ayunan raket itu jujur saja ada rasa kerinuan pada atlet-atlet tepok bulu yang selama ini menginspirasiku. Melalui bulutangkis aku dilatih penyaluran emosi strategi dan stamina. Aku dulu berbadan gemuk, namun setelah kenal olahraga ini badanku menyusut. keinginanku rasanya saat itu untuk bisa masuk klub pb-suryanaga surabaya, tempat berlatih sang bronze medal mem’s single athena olimpiade 2004. Melalui bulutangkis pula Aku yang awalnya bermental cemen setelah final itu, berubah menjadi pemberani dan dalam keadaan apapun kunciku adalah, pantang menyerah dengan keadaan.
Namun tak lama setelah masuk masa SMP pengetahuanku seputar bulutangkis berkurang sejak olimpiade Beijing 2008. Karena minimnya pemberitaan akupun buta. Sedikit beruntung bagiku, hingga tahun 2010 aku masih menonton beberapa turnamen yang disiarkan Trans7 dan Antv. Tapi belum lagi godaanku berselingkuh ngefans berat dengan Gita Gutawa dan kisah asmara yang baru kusadari sungguh tiada berguna, menyesal aku mengenal cinta pada pria tak jelas. Namun ku ambil hikmah bahwa ini adalah pelajaran untuk lebih pandai lagi.
Menginjak kelas tiga, ujian itu masih ada, fokus pada UNAS dengan target lulus dengan hasil sendiri yang baik membuatku menomor sekiankan lai olahraga ini, sampai akhirnya usai tugasku berstudy wisata ke Bali, aku iseng nonton TV bersama adikku, dan kulihat lagi iklan di TV turnamen Sudirman cup Indonesia vs Rusia, sayang aku gagal nonton karena apa aku lupa namun esoknya ketika melawan Malaysia 23Mei2011 aku benar-benar kembali. Saat itu sedang musimnya jejaring sosial facebook dan kumanfaatkan benar website tersebut dengan mengisi beranda seputar badminton dan mencari komunitas badminton. Setelah itu, perlahan tapi pasti pengetahuanku tentang bulutangkis kembali., dan semua hal negatif selain bulutangkis sudah kuhindari termasuk asmara story, aku tak ingin jatuh lagi dilubang hancurnya kecintaan terhadap bulutangkis. Usai turnamen itu aku menjadi saksi segala perjuangan merahputih di setiap turnamen, walau tak menonton tivi namun pemberitaannya cukup bagiku.
Diangkat menjadi admin sebuah fanspage badminton, adalah kebanggan tersendiri bagilku. Melalui ini aku ingin menjadikannya sebuah batu loncatan akses ke player room bulutangkis Indonesia. Dan saat ini usahaku benar-benar diuji, setelah coba-coba kisah asmara dimasa SMA akupun kapok dan tak minat lago, walau banyak yang mengejarku namun kurasa bulutangkis lebih penting termasuk dari orang pilihan ortuku yang sebenarnya aku tak minat.
Kini aku tengah berusaha mencari jalan mewujudkan asa menjadi pemai bulutangkis hebat untuk Indonesia, aku takingin kegagalan SMP terulang karena minimnya usahaku. Sayangnya saat itu godaan masa SMP-ku cukup banyak membuatku goyah namun ternyata serpihanu didunia buluangsa masih ada dan berdiri kokoh hingga detik ini. Yang pasti aku tak ingin kejadian buruk ini terulang, termasuk kejadian pembalasan satu tahun Jepang 2-3 diperempatfinal kejuaraan beregu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar