Kamis, 24 Mei 2012

BL dan perempat final Thomas Uber cup 2012

Kali ini catatan terburuk dalam sejarah telah ditorehkan oleh para pebulutangkis Indonesia terutama tim Thomas. Di ungulkan di tempat kelima lebih tinggi dari lawannya Jepang, justru harus menelan kekalahan 2-3 dari tim putera Jepang yang selama ini selalu dapat dikalahkan tim Indonesia. Indonesia gagal ke semifinal setelah 54tahun selalu masuk semifinal, kini sejarah buruk itu tercipta. Dan kata PBSI ? evaluasi lagi ? sungguh terasa tidak niat !! Padahal Thomas Uber 2010 lalu Indonesia melibas Jepang 3-1 di semifinal, tap yah apa mau dikata. Kekalahan ini sungguh menyesakkan selain bagi pemain, pendukung setia pun sama. Namun ikrar menghargai perjuangan atlet bagi para BL tetaplah harus dipegang teguh dalam kondisi apapun. Termasuk kondisi gagalnya dua peraih medali emas olimpiade 2004 dan 2008 menyumbang poin usai Simon Santoso menyumbang point. Beruntung, ganda rombakan Ahsan/Alvent berhasil memperpanjang nafas merah putih. Dengan cekatan mereka bermain apik sayang partai kelima mental terbebani ti thomas dipundak Hayom membuat mentalnya tidak tenang sehingga permainan apiknya pun tak keluar dan Indonesia ? dilibas Jepang 3-2. Senada dengan tim thomas, para srikandipun harus menelan kekalahan tragis dari Jepang. Tertinggal 0-2 dari Jepang setelah Maria Febe dan ganda Greysia Polii/ Meiliana Jauhari harus kalah tipis di set penentuan dari Mizuki/Reika. Namun semangat pantang menyerah sedari awal memasuki lapangan telah ditunjukkan oleh seorang Adriyanti Firdasari. Turun di partai tunggal kedua adriyanti bermain lepas tanpa beban walau sebenarnya ini merupakan penetuan bagi kedua negara, jika Jepang kalah partai keempat akan dimainkan dan jika Indonesia menang dipartai keempat maka partai kelima akan menjadi penentuan. Dan ternyata ? Allah itu adil !! puteri Indonesia memang underdog namun fighting para srikandi patut diberi aplause. Berjibaku dilapangan, jatuh bangun mengejar bola tanpa menyerah adalah semangat positif sungguh mereka adalah pahlawan olahraga sekaligus pahlawan mas kini. Firda dan Feinya/Nitya menang Indonesia mempertahakan diri hingga pukul 12malam mereka berjuang di negeri China walau sayang dipartai penentuan Lindaweni harus kalah dramatis tipis disetke3 atas tunggal Jepang Minatsu Mitani. Main ngotot dan lepas telah ia peragakan sungguh perjuangan tiada kenal lelah tapi apadaya kekalahan itu tak dapat dihindari. Kalah tragis dibabak permpat final 2-3 semoga benar-benar bisa menjadi bahan evaluasi komit pbsi yang selalu obral janji.
Mungkin Indonesia memang gak berbakat menggunakan taktik sekenario melawan China kemarin, mungkin ini adalah karmanya. Tapi memang perlu diakui usaha Jepang mengimpor pelatih berkualitas dan liga bulutangkis dengan mengundang pemain dari negeri lain cukup membuat hasil yang mereka peroleh lebih baik dari 2 dan 4 tahun lalu dari Indonesia. Pendapat lain mengenai kekalahan Indonesia dari Jepang menurutku mungkin, adalah ajang pembalasan dari Jepang setelah tahun lalu di Sudirman cup tepat di tanggal ini, Indonesia mengalahkan Jepang dengan 3-2 juga. Mungkin ini memang ujian dari Tuhan untuk bulutangkis Indonesia agar segera berbenah. Tapi perlu diingat apapun yang terjadi ikrar BL tetap harus dipegang teguh demi mendukung bulutangkis Indonesia, olahraga yang paling membanggakan di Indonesia. Amin ya Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar