Jumat, 01 Juni 2012
Perintis Kejayaan Bulutangkis Indonesia “Turun Gunung” dengan petisinya demi kebangkitan Bulutangkis Indonesia
Senin, 28 Mei 2012 kemarin para perintis kejayaan bulutangkis Indonesia yang selama ini telah mengharumkan nama bangsa Indonesia ke kancah internasional mengadakan pertemuan akbar bertempat di Launge Hotel Century Jakarta. Pertemuan yang dihadiri oleh para pahlawan olahraga bulutangkis disetiap era itu bertujuan menanggapi hasil buruk yang diraih para pebulutangkis Indonesia dikejuaraan supremasi beregu tertinggi, Thomas-Uber yang berlangsung di Wuhan China.
Dari era Rudy Hartono, Liem Swie King, Christian Hadinata, Joko Suprianto, Imelda Wiguna, Susi Susanti, Richard Mainaky Sigit Budiarto dan para mantan atlet lainnya serta pemain senior yang masih sering turun dikejuaraan, Taufik Hidayat. Mereka berkumpul bukan untuk membahas strategi permainan, namun mereka terpaksa “turun gunung” karena terlalu lelah melihat berbagai celah kelemahan yang berimbas pada penurunan prestasi bulutangkis Indonesia dalam kubu induk PBSI yang harus segera dibenahi menjelang Olimpiade.
Berdasarkan sejarahnya, pada turnamen beregu Thomas, Indonesia baru di tahun ini berrekor buruk, kalah diperempat final dari negeri samurai sakura. Ini bukan sepenuhnya salah atlet, semua memiliki peran karena ini turnamen beregu. Mengaku kesal, akhirnya untuk mengantisipasi kegagalan lebih menyakitkan diOlimpiade, para perintis kejayaan Bulutangkis Indonesia mengajukan tujuh petisi pada PBSI, diantranya :
1.Menuntut PBSI, bertanggung jawab dan mengevaluasi secara serius, menyeluruh atas kegagalan tersebut, dan dengan konkret menyampaikan pada publik.
2.Memperbaiki tumpang tindih kewenangan di PB PBSI
3.Fokus mempersiapkan atlet untuk Olimpiade London, sebaik-baiknya
4.Meninjau ulang keberadaan pelatih asing di pelatnas
5.Menghimbau PBSI provinsi menyiapkan figur ketua umum yang kreatif
6.Mengimbau dewan pengawas lebih kritis pada kinerja pengurus PBSI pusat dan daerah
7.Mengimbau pemerintah untuk lebih memerhatikan olahraga bulutangkis demi mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar